Sang Penyelamat Lingkungan
Tahukah kamu bahwa whey memiliki nilai energi yang tinggi meskipun kalorinya rendah? Yup, si ‘sisa’ ini ternyata kaya akan nutrisi penting seperti laktosa, lemak susu, protein, dan mineral seperti kalsium, magnesium, fosfor, serta natrium. Selain itu, whey juga kaya akan bakteri asam laktat yang baik untuk pencernaan serta mengandung komponen yang memiliki peran penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi kita dari infeksi. Kandungan whey yang seimbang dan rendah kalori ini menjadikannya pilihan yang menarik untuk dimanfaatkan sebagai pola dari makanan sehat. Melalui pengolahan yang tepat, whey dapat digunakan untuk mendukung nutrisi tubuh kita sesuai dengan jenis diet tertentu, terutama untuk menurunkan berat badan. Protein yang dikandung di dalam whey nggak cuma bagus untuk kesehatan lho, tapi juga bantu banget untuk membangun otot dan menjaga daya tahan tubuh!
Olah Minimal Untuk Hasil Optimal!
Eits! Whey nggak bisa langsung digunakan apalagi dikonsumsi mentah ya, teman-teman. Whey yang dihasilkan dari proses pembuatan keju jenis tertentu sering kali mengalami degradasi komposisi selama prosesnya. Akibatnya, whey jenis ini kurang layak diproses lebih lanjut atau dikonsumsi dalam kondisi mentah karena penurunan kualitas protein dan perubahan laktosa atau kontaminasi mikroba. Berbeda dengan whey yang berasal dari produksi keju tipe pertama, seperti keju lunak atau semi-lunak, whey ini memiliki kandungan nutrisi yang lebih utuh. Selain itu, whey ini memiliki protein berkualitas tinggi seperti beta-laktoglobulin dan alfa-laktalbumin. Whey dari keju tipe pertama ini dapat dijadikan produk bernilai seperti protein concentrate dan protein isolate yang banyak digunakan dalam industri makanan bayi dna kesehatan, nih! Nilai energi whey bervariasi tergantung pada banyak faktor, termasuk jenis susu sumber, metode produksi keju, dan kondisi penyimpanan. Secara umum, untuk setiap 100 ml whey, terdapat sekitar 26,8 kcal. Ini menunjukkan bahwa whey dapat menjadi tambahan yang sehat untuk pola makan kita.
Selain manfaatnya di sektor pangan, whey juga diolah untuk menghasilkan energi dan bahan kimia melalui proses bioenergi, misalnya diubah menjadi bioetanol dan etanol melalui fermentasi dan distilasi, biometana melalui pencernaan anaerob, dan energi lainnya dengan teknik biodegradasi dan kultivasi mikroba.
Memangnya, Apa yang Terjadi Jika Dibiarkan?
Meski whey punya banyak manfaat, ada sisi buruknya juga, lho! Salah satu dampak negatif utamanya adalah pencemaran sumber daya air. Whey seringkali menciptakan lingkungan redoks-toksik yang bisa merusaka kesimbangan mikroflora lumpur aktif. Hal ini terjadi baik dalam kondisi aerobik maupun anaerobik yang akhirnya mengganggu proses pengolahan air limbah. Whey yang dibuang ke saluran air dapat mengakibatkan peningkatan kadar BPD yang dampaknya dapat mengurangi oksigen terlarut dalam air sehingga membunuh organisme akuatik. Dalam kasus lain, kandungan nutrisi yang terlalu tinggi dalam whey seperti protein dan mineral dapat menyebabkan eutrofikasi pada badan air sehingga memicu ledakan pertumbuhan alga yang merusak ekosistem atau disebut over fertilization. Selain itu, penumpukan whey juga dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan menarik serangga.
Setelah memahami dampak negatif dari pembuangan whey, penting bagi sobat sirkular untuk menerapkan proses daur ulang yang efektif seperti filtrasi dan sentrifugasi yang memisahkan padatan dan menghilangkan bakteri untuk menciptakan whey yang lebih bersih, pasteurisasi yang menghilangkan patogen berbahaya melalui pemanasan sebelum diproses lebih lanjut, osmosis forward and reserve yang menggunakan teknologi membran untuk mengonsentrasi whey dan menghilangkan air berlebih sehingga diperoleh whey powder menggunakan metode spray-drying yang memiliki nilai gizi.
Peluang Optimal Ekonomi Sirkular
Model ekonomi sirkular untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat diwujudkan oleh industri produsen keju. Melalui proses inovatif, whey keju dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri, seperti pembuatan makanan dan minuman, kosmetik, serta energi terbarukan. Misalnya, laktosa yang dipisahkan dari whey dapat digunakan sebagai bahan baku produksi prebiotik, bahan farmasi, atau sebagai sumber energi fermentasi bioteknologi. Tak hanya menjadi produk-produk bioteknologi tadi, siapa sangka whey juga memiliki potensi untuk menjadi produk biodegradable seperti bioplastik (Chalermthai et al., 2019; Schmid dan Müller, 2018). Laktosa dan komponen organik dari whey ternyata dapat digunakan dalam fermentasi mikroba untuk memproduksi asam laktat yang merupakan bahan dasar pembuatan PLA. Pengembangan bioplastik dari protein whey merupakan salah satu wujud nyata dari ekonomi sirkular. Melalui pemanfaatan teknologi yang inovatif, whey protein dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan produk bioplastik yang mendukung transisi ke ekonomi yang rendah karbon.
Sobat sirkular, sekarang kamu tahu kan, whey bukan cuma "limbah biasa." Bayangkan, dari yang awalnya mencemari air jadi superfood, bioenergi, bahkan bioplastik keren yang ramah lingkungan. Dan kabar baiknya, semua ini hanya butuh creative minds seperti kamu untuk diwujudkan! Jadi, kapan lagi kamu bisa jadi bagian dari generasi yang bikin perubahan besar? Yuk, mulai aksimu sekarang! Entah itu lewat riset, proyek inovatif, atau sekadar sharing ide di komunitas, setiap langkah kamu bisa bikin dunia lebih baik. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?
Penulis:
Maris Sania Shafarra Erwanti
Referensi:
Chalermthai, B., Giwa, A., Schmidt, J. E., & Taher, H. (2021). Life cycle assessment of bioplastic production from whey protein obtained from dairy residues. Bioresource Technology Reports, 15, 100695. https://doi.org/10.1016/j.biteb.2021.100695
Kareem Niamah, & Aguilar, C. N. (2024). Processing and formulation technology of nutritional and functional food products by utilizing cheese and/or paneer whey: A critical review. Journal of King Saud University - Science, 103508–103508. https://doi.org/10.1016/j.jksus.2024.103508
Lavelli, V., & Beccalli, M. P. (2022). Cheese whey recycling in the perspective of the circular economy: Modeling processes and the supply chain to design the involvement of the small and medium enterprises. Trends in Food Science & Technology, 126, 86–98. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2022.06.013
Papademas, P., & Kotsaki, P. (2019). Technological utilization of whey towards sustainable exploitation. J. Adv. Dairy Res, 7(4), 231.
Verma, D. K., Patel, A. R., Tripathy, S., Gupta, A. K., Singh, S., Shah, N., Gemilang Lara Utama, Chávez-González, M. L., Koka Zongo, Kolawole Banwo, Alaa Kareem Niamah, & Aguilar, C. N. (2024). Processing and formulation technology of nutritional and functional food products by utilizing cheese and/or paneer whey: A critical review. Journal of King Saud University - Science, 103508–103508. https://doi.org/10.1016/j.jksus.2024.103508



